Pintasan Narasi – Di tengah desakan untuk beralih ke pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, kualitas dan efektivitas pupuk organik menjadi tantangan utama bagi petani. Pupuk organik, yang seringkali berbentuk curah atau serbuk, sulit diaplikasikan secara merata, memerlukan volume besar, dan memiliki laju pelepasan nutrisi yang tidak konsisten. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui tim peneliti tekniknya, telah berhasil mengembangkan solusi inovatif: Teknologi Granulator Pupuk Organik.
Mesin granulator ini dirancang khusus untuk mengubah pupuk organik yang masih berbentuk serbuk halus atau bahan mentah menjadi butiran padat (granul). Proses granulasi sangat penting karena mengubah sifat fisik pupuk. Pupuk yang berbentuk granul lebih stabil, mudah ditangani (tidak berdebu), lebih mudah disimpan, dan yang paling penting, lebih efisien saat disebar menggunakan alat pertanian modern. Selain itu, bentuk granul memastikan pelepasan nutrisi ke tanah dapat terjadi secara perlahan dan lebih merata, memaksimalkan penyerapan oleh tanaman.
Inovasi dari Unisba ini menonjol karena aspek efisiensi energi dan kemudahan operasionalnya. Mesin granulator yang dikembangkan menggunakan desain yang optimal, memungkinkan produksi granul dalam skala kecil hingga menengah, menjadikannya sangat relevan dan terjangkau bagi kelompok tani atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen pupuk organik lokal. Teknologi ini memberdayakan produsen pupuk lokal untuk meningkatkan standar produk mereka, mengubah limbah pertanian atau peternakan menjadi komoditas pupuk berkualitas tinggi yang siap bersaing dengan produk industri.
Pengembangan teknologi ini oleh Unisba bukan sekadar proyek penelitian akademik, tetapi merupakan kontribusi nyata terhadap sektor pertanian nasional. Dengan adanya granulator lokal, ketergantungan pada impor mesin serupa dapat dikurangi. Lebih jauh, mesin ini membantu petani dan produsen pupuk organik mencapai konsistensi kualitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani, seraya mendorong ekosistem pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan di Indonesia.






