Pintasan Narasi – Kamboja secara resmi mengumumkan mundur dari SEA Games 2025, yang rencananya akan diselenggarakan di Filipina. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, karena negara tersebut biasanya menjadi peserta aktif dalam ajang olahraga regional ini. Alasan mundurnya Kamboja dari SEA Games 2025 diperkirakan berkaitan dengan kendala internal, baik dari sisi pendanaan, persiapan atlet, maupun isu logistik yang menyulitkan pengiriman tim secara optimal.
Keputusan ini tentu memiliki dampak signifikan bagi perencanaan cabang olahraga dan kompetisi yang sudah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Keikutsertaan Kamboja biasanya memberikan warna tersendiri dalam beberapa cabang olahraga, terutama cabang yang masih tergolong baru atau minor di wilayah Asia Tenggara. Dengan mundurnya Kamboja, beberapa kompetisi akan kehilangan satu kontestan, sehingga persaingan menjadi berbeda.
Panitia SEA Games dan negara-negara peserta lainnya perlu menyesuaikan jadwal pertandingan dan sistem klasemen agar tetap berjalan lancar. Meski begitu, pihak penyelenggara menegaskan bahwa ajang tetap akan berjalan sesuai rencana dan tetap menarik bagi atlet maupun penonton. Selain dampak teknis, mundurnya Kamboja juga memberikan pelajaran bagi negara-negara peserta lain mengenai pentingnya kesiapan logistik, dana, dan manajemen tim dalam menghadapi kompetisi berskala regional.
Banyak pengamat olahraga menekankan bahwa persiapan matang dan dukungan penuh dari pemerintah serta sponsor sangat menentukan keberhasilan partisipasi suatu negara. Tanpa kesiapan tersebut, negara bisa saja menghadapi risiko mundur, seperti yang terjadi pada Kamboja. Keputusan mundur ini juga memengaruhi moral atlet Kamboja yang sebelumnya telah berlatih dan menyiapkan diri untuk SEA Games 2025.
Beberapa atlet menyatakan kekecewaan mereka, karena kesempatan untuk bersaing di level regional menjadi tertunda. Namun, federasi olahraga Kamboja berjanji akan fokus mempersiapkan atlet untuk kompetisi internasional lainnya dan memastikan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran untuk perencanaan yang lebih baik di masa depan.
Secara keseluruhan, mundurnya Kamboja dari SEA Games 2025 menjadi pengingat bahwa ajang olahraga internasional tidak hanya membutuhkan semangat dan bakat atlet, tetapi juga dukungan logistik, pendanaan, dan perencanaan yang matang. Meskipun kehilangan satu kontestan, SEA Games 2025 tetap akan menjadi ajang olahraga prestisius yang menampilkan kompetisi sengit antarnegara Asia Tenggara dan tetap dinantikan oleh penonton di seluruh kawasan.








